Aksi dimulai pukul 14.30 WIB. Beberapa di antara demonstran, mengikatkan jerigen di kakinya sambil membawa spanduk yang bertuliskan "Paihan we aing (bunuh saja aku-red)". Karena gerbang ditutup dan dijaga puluhan polisi, aksi dilakukan di luar gerbang.
Massa pun menggelar aksi teaterikal yang menunjukkan rakyat kecil yang dijerat oleh himpitan ekonomi dengan kebijakan pemerintah dan juga pengusaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sachrial, program bantuan tunai langsung (BLT) yang digulirkan pemerintah seiring rencana kenaikan BBM tidak bisa menyelesaikan masalah. " Kami menolak program BLT tersebut. Kami menginginkan pemerintah tidak naikan BBM. Lihat kontrak kerja dengan kilang minyak ke luar negeri, itu hasilnya bisa dipakai subsidi," tuturnya.
Pada saat perwakilan massa berorasi, perwakilan Pertamina menemui massa. Tengku Ezan, Sales Manager Area Bandung, di hadapan demonstran menyatakan aspirasi ini akan dilanjutkan ke Jakarta.
"Tapi perlu diingat Pertamina hanya operator. Kami mendapatkan tugas dari pemerintah untuk menyaklurkan migas subsidi. Pertamina menyalurkan sesuai dengan kuota yang ditetapkan pemerintah," jelasnya.
Setelah ada perwakilan yang menemui mereka, akhirnya massa membubarkan diri dengan tertib.
(ern/ern)











































