Pemilik warung Enggal yang juga ketua RT setempat, Entin Kartini, menuturkan adanya antrean pembeli elpiji yang telah berlangsung dalam dua pekan ini, membuat usahanya menjadi sepi.
"Para pembeli elpiji yang antre ini kan mengambil lahan parkir kami. Jadi pembeli kesulitan untuk masuk," ujar Entin. Warung Enggal tepat berada di depan dealer Limas Raga Inti. Lebar Jalan Emung hanya sekitar 3 meter. Para pembeli ini memakan tempat hampir dua per tiga jalan. Terlebih tidak sedikit para pembeli yang membawa kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi yang sama, kata dia, dialami juga oleh pelaku usaha lainnya, seperti bengkel dan tempat pencucian kendaraan bermotor dan hotel yang berada di Jalan Emung.
"Kami belum sampaikan kondisi ini kepada pihak Limas Raga Inti. Kami baru koordinasi dengan pihak kepolisian, agar bisa menertibkan yang antre," jelasnya.
Tak hanya siang, lanjut Entin, dalam beberapa terakhir ini tidak sedikit konsumen yang antre elpiji hingga menginap. "Mereka menggelar tikar di halaman saya, pokoknya berisik," ujarnya kesal.
(ern/ern)










































