Dalam aksi ini para demonstran melakukan aksi bakar empat sampai lima ban di tengah jalan. Aksi bakar ban ini membuat arus lalu lintas menuju Jl Taman Sari untuk sementara ditutup.
Sehingga kendaraan dari arah Wastukencana lurus menuju Jalan RE Martadinata. Sementara arus kendaraan dari arah Tamansari Atas terpaksa harus berbalik arah dan mengambil jalan Juanda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut koordinator aksi, Afid Abdul Qoyid, aksi ini merupakan bentuk penolakan atas rencana pemerintah menaikan harga BBM. Sekaligus sebagai aksi solidaritas kepada masyarakat yang ekonominya lemah.
Menurut Afid, alasan pemerintah menaikan BBM tidak masuk akal. Sebab tidak disertai analisa dan persiapan yang matang. Kenaikan harga BBM dinilai Afid merupakan fenomena tahunan yang melanda Indonesia.
"Semestinya jauh hari sebelumnya ada keputusan mengenai harga BBM ini dan pemerintah harus mencari solusi alternatif bagi masyarakat. Namun kenyataannya yang kita dapati, satu-satunya sousi dari pemerntah hanya untuk membendung kemarahan waga belaka terhadap pmerintah," jelasnya sat ditemui di tempat demonstrasi.
Sebenarnya, ungkap Afid, ada solusi atau sektor lain yang bisa menutupi sektor BBM diantaranya sektor kelautan dan kehutanan yang bisa menutupi APBN. Untuk itu, pihaknya menyatakan menolak harga kenaikan BBM yang akan dilakukan pemerintah dan menuntut pemerintah segera menstabilkan harga bahan pokok sesuai dengan jangkauan daya beli masyarakat.
Menurut pantauan detikbandung, aksi performance art turut mewarnai demonstrasi. Beberapa mahasiswa mengilustrasikan bahwa minyak atau BBM hanya disediakan hanya untuk kaum menengah ke atas. Tak terlihat ada demonstran yang membawa poster. Poster ditempelkan di tembok samping gerbang Unisba antara lain bertuliskan 'Turunkan SBY-JK sekarang juga dan 'Pertamina Sarang Perampok'. Sampai berita ini diturunkan massa masih melakukan aksi bakar ban.
(ema/ern)











































