Ketua Organda Jabar Andriansyah menyatakan kenaikan harga BBM ini menjadi bumerang bagi pengusaha jasa angkutan umum. Sebab jika menaikan tarif angkutan terlalu tinggi, maka load factor akan menurun. Namun jika tarif tidak dinaikan maka biaya operasional jasa angkutan akan membengkak.
"Ujung-ujungnya para pengusaha akan bangkrut. Jika tidak diperhatikan oleh pemerintah, maka dalam jangka menengah jasa angkutan akan hilang," ujarnya cemas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, kata dia, pemerintah harus mengambil kebijakan yang bisa menyelamatkan usaha jasa angkutan umum. "Salah satunya dengan memberikan BBM bersubsidi khusus untuk angkutan umum," tuntutnya.
(ern/ern)










































