Pihak sekolah menitipkan uang pembayaran listrik tersebut pada Hasanudin yaitu sebesar Rp 400 ribu yang berbentuk pecahan seratus ribuan. Sedangkan uang istri Hasanudin yang juga sebagai penjaga kantin sebesar Rp 100 ribu yang berbentuk pecahan seribuan. Uang tersebut disatukan dalam kantong plastik berwarna hitam.
Hasanudin menuturkan, saat kejadian uang tersebut disimpan oleh istrinya di kantin. Ketika angin datang, Hasanudin ke bagian depan sekolah untuk menyelamatkan siswa-siswa. Bersamaan dengan itu, kantong plastik berisi uang tersebut terbawa putaran angin puting beliung beserta benda-benda lainnya. "Istri saya melihat langsung uang itu terbawa," ujar Hasanudin saat ditemui di SD Sukagalih, Rabu (7/5/2008). Setelah kejadian itu, dia langsung mencari uang sekitar lokasi. Namun setelah berapa lama dicari tidak juga ditemukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































