Posko kesehatan yang terletak di Pesantren An-Nur, Jalan Sukagalih, Gang Sukabakti 2 RT 08 RW 03 Kelurahan Sukabungah Kecamatan Sukajadi tampak sepi.
Hingga pukul 21.20 WIB, baru dua warga yang datang ke posko kesehatan. Kedua warga yakni, Tuminah dan Nani. Mereka mengeluhkan shock trauma yang timbulkan gejala tekanan darah tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu karena shock dan trauma sehingga tekanan darahnya jadi tinggi. Seperti yang dialami Tuminah, tekanan normalnya 160/90 tapi sekarang jadi 230/120. Tuminah memang punya riwayat darah tinggi," ujarnya ketika ditemui detikbandung di Posko Kesehatan di Pesantren An-Nur.
Saat ini, lanjut Toswara, kedua warga tersebut baru diberikan obat penenang dan obat untuk atasi tekanan darah tinggi. Toswara sendiri menganjurkan agar keduanya datang ke puskesmas, untuk dirawat lebih lanjut.
Di posko kesehatan ini terdapat dua dokter jaga, yakni Ade dan Amelia. Berdasarkan pantauan detikbandung, kedua dokter tersebut telah meninggalkan posko. Toswara sendiri dibantu satu orang untuk penanganan obat dan tiga orang perawat. Mereka dikirimkan dari puskesmas Sukajadi.
Sementara di dapur umum, yang berlokasi di tempat yang sama, baru ada tiga orang warga yang minta 15 bungkus nasi. Diungkapkan pengelola pesantren, haji Dadang pihaknya baru sediakan nasi dan mie instan.
"Ya sampai saat ini baru beras dan mi instan yang ad. Ini swadaya dari pesantren," tutur Dadang.
(twi/ern)











































