Salah satu aksi demo yang 'kehilangan personel', aksi di kantor DPRD Kota Bandung, Jumat pagi (2/5/2008). Iwan Hermawan perwakilan Dewan Pendidikan Rakyat (DPR) sebagai penggalang aksi ini mengaku mendapat laporan adanya ancaman pada guru.
Belum diketahui pasti bentuk ancamannya berasal darimana, namun diungkapkan bahwa ancaman tersebut disampaikan berantai antar guru.
"Saya mendapat laporan dari beberapa rekan guru bahwa terdapat ancaman jika ikut berdemo," tutur Iwan ketika dihubungi detikbandung, Jumat (2/5/2008).
Iwan menyebutkan salah seorang guru dari SMP 9 melaporkan kepadanya mengenai hal tersebut. Guru yang tidak ingin disebutkan namanya itu menyatakan bahwa di SMP 9 tersebar isu ancaman. Isu yang beredar tersebut diduga berasal dari sekolah lain. Padahal menurut Iwan, awalnya para guru di SMP 9 sangat antusias untuk melaksanakan aksi untuk peringati Hardiknas.
"Akhirnya dari SMP 9 sama sekali tidak ada yang hadir," tuturnya.
Hal ini, lanjut Iwan, sangat disayangkan. Dirinya mengaku tidak mengetahui asal ancaman tersebut dan tidak dapat berbuat apa-apa untuk mengusut hal tersebut. Menurut Iwan, guru tidak pada kapasitas untuk melakukan penyelidikan.
"Guru itu tidak punya kuasa apa-apa. Salah-salah kalau ikut menyelidiki malah terkena sanksi," ungkapnya.
(twi/twi)











































