Usai upacara peringati Hardiknas di sekolah, sekitar 50 guru berkumpul di Lapangan Gasibu pada Jumat pagi (2/5/2008). Bukan untuk lakukan upacara kedua kalinya, namun untuk berkonvoi menuju kantor DPRD Kota Bandung. Kedatangan mereka tidak lain untuk adakan audiensi dengan DPRD Kota Bandung, terkait dengan nasib mereka sebagai guru.
Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen (FAGI), Iwan Hermawan menyatakan audiensi ini merupakan aspirasi guru yang merasa diperlakukan kurang manusiawi. "Seperti contohnya kasus guru di Lubuk Pakam dan Makassar yang bocorkan soal UN. Mereka ditangkap Densus 88 dan diperlakukan seperti teroris," tutur Iwan ketika dihubungi detikbandung, Jumat (2/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam audiensi ini, ungkap Iwan, pihak guru juga menuntut sekoah gratis dan dihilangkannnya kapitalisme pendidikan. Konteks kapilisme pendidikan yang dimaksud, diantaranya banyaknya bimbingan belajar, penjualan buku-buku di luar sekolah serta sekolah-sekolah internasional.
"Itu semua bentuk-bentuk kapitalisme," jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, puluhan guru yang disertai kalangan siswa dan masyarakat umum ini masih berkumpul di Gasibu. Direncanakan, mereka akan berkonvoi menuju DPRD Kota Bandung.
(twi/twi)










































