Perbedaan tuntutan sebelumnya sudah terlihat saat KASBI menuntut pencabutan undang-undang tenaga kerja nomor 13 tahun 2003, sementara Gaspermindo tidak.
Kemudian hadirlah PPMP (Paguyuban Pekerja Muda Peduli) yang menggunakan kostum putih berjumlah sekitar 100 orang. Massa PPMP yang wajahnya jauh lebih muda, mengambil posisi di samping dua massa lain. Mereka pun menggelar orasi sendiri sehingga terlihat seperti sedang berlangsung perlombaan orasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sekian warna-warni dan perbedaan tersebut, buruh sepakat untuk beberapa hal. Di antaranya perhatian pemerintah masih minim terhadap buruh, serta banyaknya pelanggaran dan tindakan semena-mena yang dilakukan pengusaha terhadap buruh.
"Kami tidak percaya lagi kepada pemerintah. Mereka memiliki kepentingan politik hingga selalu mengorbankan buruh," ujar orator menggunakan pengeras suara. Hingga tengah hari, para demonstran masih terus berorasi silih berganti. (lom/lom)











































