Sekitar 40 mahasiswa UPI yang memakai jaket almamater, datang setelah longmarch dari Pusdai. Rombongan disambut tepuk tangan riuh oleh para buruh, setelah orator mengumumkan kedatangan mereka.
"Mahasiswa merupakan calon pemimpin. Mereka menyikapi permasalahan-permasalahan di masyarakat termasuk permasalahan buruh." Mahasiswa pun berbagi panggung orasi di atas truk yang digunakan buruh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator aksi yang juga Ketua BEM Rema UPI Irwan Saefulloh menjelaskan, aksi mereka sudah sejak jauh hari dipersiapkan.
"Sebelumnya kami sudah menghubungi Polresta Bandung Tengah. Berdasarkan keterangan polisi, hari ini ada aksi buruh. Tetapi karena kami sudah merencanakan aksi ini jauh-jauh hari sebelumnya, makanya tetap jalan," ujar Iwan.
Aksi BEM UPI ini dilakukan menjelang peringatan hari pendidikan pada 2 Mei. Mereka kemudian menggelar pertunjukan teaterikal. Ada 4 orang yang diikat tangannya dan mata ditutup kain hitam serta dikalungkan tulisan "biaya pendidikan", "fasilitas pendidikan", "anggaran 20 persen" dan "kualitas pendidikan".
Sementara satu orang lagi membawa tulisan "pemerintah", dan memukuli serta menginjak-injak mereka yang diikat. (lom/lom)











































