Ruangan Kelas TK Al Ikhlas Akan Disulap Jadi Pos KB

Ruangan Kelas TK Al Ikhlas Akan Disulap Jadi Pos KB

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 29 Apr 2008 16:54 WIB
Bandung - Terusirnya ratusan murid TK Al Ikhlas dari sekolahnya, atas perintah Danlanud Husein Sastranegara yang menutup TK tersebut dua bulan sebelum tahun ajaran berakhir. Ternyata pihak Lanud akan menggunakan lima ruangan kelas TK itu untuk pos KB.

Berdasarkan surat pernyataan kesanggupan menutup kegiatan TK Al Ikhlas yang disodorkan oleh pihak Lanud Husein Sastranegara kepada pihak sekolah disebutkan bahwa aset milik TNI AU tersebut akan digunakan sebagai pos KB.

Berikut isi lengkap surat pernyataan yang diperoleh detikbandung " Surat pernyataan kesanggupan menutup kegiatan TK Al Ikhlas. Menyatakan dengan sebenarnya bahwa saya sampai dengan saat ini masih menggunakan aset TNI AU yang saya pergunakan untuk TK Al Ikhlas, alamat jalan Dakota belakang No 27 Komplek Sukaraja II Lanud Husein Sastranegara. Sehubungan dengan hal tersebut, saya bersedia menutup kegiatan Al Ikhlas selambat-lambatnya tanggal 23 april 2008. Selanjutnya aset TNI AU tersebut akan dikembalikan fungsinya sebagai pos KB. Sedangkan untuk kegiatan TPA dilakukan sore hari oleh seksi Bintal Dispers Lanud Husein.."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Kepala Sekolah TK Al Ikhlas Mimi Sunyoto mengaku enggan menandatangani surat pernyataan tersebut karena suratnya berlogo TNI AU. "Saya kan orang sipil, jadi suratnya harus tanpa logo," ujarnya yang membuat surat pernyataan sendiri dan menyerahkannya langsung ke Dinas Personel (Dispers) Lanud Husein.

Mimi mengaku heran mengenai rencana penggunaan ruangan kelas TK untuk pos KB. Sebab, kata dia, jika memang akan dikembalikan ke fungsi awalnya harusnya murni kegiatan madrasah.

"Dulunya kan memang madrasah. Cuma perkembangannya kami bikin TK Islam," jelasnya.

Sejak tahun 1994, kata Mimi, Madrasah Al Ikhlas tidak hanya dipergunakan untuk kegiatan madrasah seperti Taman Pendidikan Alquran (TPA), juga dibangun TK. Sementara TPA nya sendiri masih tetap dipertahankan, namun kegiatannya sore hari.

(ern/ern)


Berita Terkait