Pengamat: Partai Oposisi Jangan Asal Beda

Pengamat: Partai Oposisi Jangan Asal Beda

- detikNews
Jumat, 25 Apr 2008 16:03 WIB
Bandung - Fungsi kontrol partai besar yang muncul sebagai oposisi dalam pemerintahan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf jangan menimbulkan gangguan hingga memacetkan roda pemerintahan. Seharusnya partai oposisi menjadi oposisi yang loyal terhadap pemeritahan bukan cuma asal beda.

Demikian disampaikan Pengamat Pemerintahan Unpad I Gede Pantja Astawa "Kalau dilihat dari kultur politik Indonesia ada cenderungan partai oposisi itu asal beda. Apapun yang dilakukan eksekutif dikritisi, yang penting asal beda," ujaanya saat dihubungi detikbandung, Jumat (25/4/2008).  

Oposisi harusnya loyal menilai kebijakan secara objektif. "Kebijakan yang bagus ya didukung, kalau mengambil kebijakan yang tidak bersentuhan dengan kepentingan publik tidak didukung," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantja menuturkan, akan sangat sulit sekali untuk memunculkan oposisi loyal. "Sulit karena kultur di kita kultur patrienalistik. Apa kata pemimpin dianggap benar meski kenyataan tidak benar," ujarnya. Andaikata kader bersikap lain dari yang dikatakan pemimpin konsekuensi bisa jadi akan dipecat atau disingkirkan. Dengan kultur tersebut, tidak akan mewujudkan satu kultur objektif yang baik. "Masih subjektifitas yang muncul," sambungnya.

Begitu juga sebaliknya, ungkap Pantja, PKS dan PAN akan mendukung pasangan Hade secara membabi bita. Fenomena itu terlihat ditingkat nasional. Kebijakan SBY-Kalla dibela dengan membabi buta oleh anggota Golkar dan Demokrat di DPR.

Jika ingin memunculkan oposisi loyal, pantja mencontohkan atmosfer politik di Amerika Serikat. Ketika George W Bush yang dari Partai Republik memimpin, wakil rakyat dari Partai Republik di kongres ikut mengkritik kebijakan Bush. Begitupun sebaliknya. Partai Demokrat yang tidak berkuasa akan melihat kebijakan secara objektif.

(ema/ern)


Berita Terkait