Demikian disampaikan Anggota Fraksi PKB DPRD Jabar Syaiful Huda kepada detikbandung melalui telepon, Jumat (25/4/2008). "Sejak awal memang PKB sudah siap menjadi kekuatan oposisi atau sparring partner bagi gubernur dan wakil gubernur baru," jelasnya.
Hal itu, menurutnya karena baru kali pemilihan langsung dilakukan di Jabar. Di mana selama kampanye, banyak diwarnai oleh janji-janji yang dilontarkan pasangan calon, termasuk oleh gubernur dan wakil gubernur baru.
"Ekspektasi masyarakat sangat besar pada gubernur baru ini, karena mereka memilih pasangan Hade tentunya karena janji yang dilontarkan. Karenanya mereka harus menepati janjinya," tegasnya.
PKB, kata dia, akan mendorong realisasi janji yang telah dilontarkan pasangan Hade. PKB juga meminta agar tidakn terjadi politik pengalihan yang dilakukan oleh pasangan yang menang.
"Jangan masalah yang ada diselesaikan dengan penyelesaian psikologis yang bersifat sementara. Untuk menyelesaikan masalah kemiskinan bukan dengan cara menginap di rumah orang miskin, tapi harus ada program kongkrit. Ini yang namanya politik pengalihan," sindirnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, calon wakil gubernur terpilih Dede Yusuf pernah mengutarakan niatnya untuk menginap di rumah warga selama 100 hari kepemimpinannya.
Tak hanya itu, lanjut Syaiful, pemerintah pun jangan memainkan politik lempar bola. Di mana pada saat program tidak terlaksana, malah menuduh hal itu disebabkan oleh legislatif yang tak mendukung.
"Itu lagu lama. Jangan terjadi lagi. Semua pihak harus bisa menepati janjinya," tandas Syaiful.
Dia menambahkan untuk mengkritisi pemerintahan Hade nanti, PKB akan meminta progress report per tiga bulan dari pemerintahan Hade. "Ini bagian dari pengawasan kami," ujarnya.
Syaiful mengaku sikapnya ini sudah dikomunikasikan kepada PDIP dan PPP. Kedua fraksi tersebut sudah menyambut baik. "Kami pun akan bicarakan ini ke fraksi lainnya," pungkas Syaiful. (ern/ern)











































