Lili mengatakan dirinya baru mengetahui adanya peristiwa pemukulan itu Kamis siang, ( 24/.4/2008). "Saya tahu sekitar pkl 13.20 WIB dari rekan-rekan guru," jelasnya dalam kunjungannya ke rumah orang tua korban, Jl Rajawali.
Menurut Lili dalam tata tertib sekolah, siswa memang dilarang bermain bola di dalam kelas. "Memang benar sanksi memecahkan kaca harus menggantinya, kalaupun tidak diganti tidak apa-apa," ujar Lili
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lili pun menjelaskan maksud kedatangannya ke rumah orang tua Yana sebagai perwakilan dari AS untuk meminta maaf. AS sendiri ingin meminta maaf dengan kejadian ini. "Saya sebagai kepala sekolah harus duluan untuk mengunjungi anak didik saya (Yana-red)," jelasnya.
(ema/ern)










































