Pengamat: Artis Jadi Pemimpin, Harus Sekolah Dulu

Pilwalkot Bandung

Pengamat: Artis Jadi Pemimpin, Harus Sekolah Dulu

- detikNews
Kamis, 24 Apr 2008 12:56 WIB
Bandung - Munculnya deretan nama selebritis yang bisa saja dicalonkan partai dalam Pilwalkot mendatang jangan dilakukan secara tiba-tiba. Sebelumnya, partai harus menyekolahkan artis terlebih dahulu untuk menimba ilmu tentang pendidikan kenegaraan dan pemerintahan.

Demikian disampaikan pengamat politik dari Unpad Dede Mariana. "Jika meniru di Amerika seperti Arnold Swazenegger, tidak tiba-tiba muncul begitu saja, partai mengirimkannya belajar tentang politik selama setahun," tutur Dede saat dihubungi detikbandung, Kamis (24/4/2008).

Dede mencontohkan wacana Rikeu Dyah Pitaloka yang akan maju dalam Pilwalkot Bandung. "Jika partai mengusung Oneng, dia kan sekolah filsafat. Partai harus menyuruh sekolah dulu tentang bagaimana mengatur pemerintahan. Tidak ujug-ujug (tiba-tiba)," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dede, partai harus bekerja keras untuk mencari bakat siapa pemimpin Bandung di luar Dada Rosada. Partai harus mencari lawan yang seimbang bagi pemimpin yang sekarang sedang teruji sebagai walikota Bandung. "Jangan ada kesan matahari tunggal," tuturnya.  

Lebih lanjut dia mengatakan popularitas merupakan salah satu pertimbangan partai dalam memilih artis sebagai calon dari partainya. "Tak kenal makanya tak sayang," jelasnya. Menurutnya, menggandeng artis tidak menjadi soal karena mereka juga punya hak yang sama untuk menjadi pemimpin karena dijamin oleh konstitusi.

Terlebih, lanjutnya, kepemimpinan politik sifatnya terbuka. Pemimpin yang belajar secara otodidak tanpa pendidikan formal sekalipun bisa menjadi pemimpin. "Tukang becak pun bisa jadi pemimpin. Tapi mungkin ada komentar, masa sih hanya dipimpin lulusan SD, atau tidak tamat sekolah," ungkapnya.

(ema/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini