KPU Jabar: Final Penghitungan Suara Rapat Pleno bukan Situng

KPU Jabar: Final Penghitungan Suara Rapat Pleno bukan Situng

- detikNews
Senin, 21 Apr 2008 14:06 WIB
Bandung - KPU Jabar membantah penghentian publikasi sistem penghitungan (situng) suara karena akan adanya manipulasi penghitungan suara. Lagipula situng bukan menjadi dasar hasil Pilkada Jabar, namun hasil rapat pleno rekapitulasi lah yang menjadi pedoman.

Demikian disampaikan Kabag Humas dan Hukum KPU Jabar Heri Suherman di kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Senin (21/4/2008). "Tidak mungkin KPU Jabar memanipulasi, karena hasil Pilkada nanti itu berdasarkan rekapitulasi dari data yang disampaikan tiap kabupaten dan kota," tandasnya.

Menurut Heri hasil penghitungan suara yang sah adalah hasil rapat pleno rekapitulasi yang akan digelar pada Selasa (22/4/2008). Di mana setiap KPU kabupaten dan kota menyampaikan hasil perolehan suara yang dilengkapi dokumen baik dari petugas tingkat PPS, kecamatan, hingga kabupaten dan kota. Juga dokumen dari para saksi tiga kandidat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kalaupun ada sedikit perbedaan dengan situng misalnya, yang akan dikoreksi itu ya situng bukan hasil rapat pleno. Kita akan cek. Sebab, kalau situng bisa jadi petugas kita yang salah entri data," jelas Heri.

Situng sendiri, lanjutnya, tidak punya legalitas formal. Dipublikasikannya hasil situng hanya niat baik dari KPU untuk transparansi data pada masyarakat. "Situng baru selesai pekan depan. Jadi pasti ada perbedaan dengan hasil rapat pleno besok. Mungkin saja besok situng baru 13 juta yang masuk, sementara rapat pleno sudah 19 juta. Nah bagi masyarakat kan membingungkan. Makanya kami hentikan," tutur Heri.

Heri mengimbau agar masyarakat bersabar menunggu hasil rapat pleno rekapitulasi yang akan digelar besok. "Masyarakat agar bersabar menunggu sampai besok untuk mendapatkan angka yang pasti," tutur Heri. Situng sendiri, lanjutnya, tidak punya legalitas formal, yang menjadi patokan tetap hasil dari rapat pleno.

(ern/ern)


Berita Terkait