Gelombang pertama yaitu Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), disusul oleh Angkatan Muda Ka'bah (AMK) dan Pemuda Peduli Bangsa kemudian Gerakan Pemuda Kabah (GPK), Selain massa yang menggunakan atribut ormas tersebut, banyak pula diantaranya massa yang tidak menggunakan atribut. Ormas-ormas ini tergabung dalam Barisan Pembela Aman yang sehari sebelumnya mengancam akan menduduki kantor KPU. Selain tiga ormas ini, masih ada tujuh ormas lainnya yang tergabung dalam Barisan Pembela Aman. Sebelumnya mereka mengklaim seribuan orang akan datang.
Sesaat setelah gelombang kedua datang, kepolisian memperketat pengamanan. Polisi yang sebelumnya berjaga di dalam kantor KPU ditarik keluar untuk membantu pengamanan di luar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pantauan detikbandung di lapangan, aksi dorong-dorongan terjadi dalam rentang waktu yang cukup lama. Mereka terus bersikukuh untuk untuk masuk kantor KPU. Mereka mengancam akan terus melakukan aksi sampai aspirasi mereka dikabulkan. "Jangan dianggap kami hanya melakukan aksi satu jam dua jam, kami akan terus melakukan aksi sampai aspirasi kami diterima," seru salah seorang orator.
Selain itu, orator mengajak masyarakat yang melalui tempat itu untuk ikut bergabung. "Ayo yang lewat jangan nonton saja, mari ikut gabung, untuk rakyat Jawa Barat," demikian ajakan yang disampaikan oleh para orator. Dalam orasi yang dilakukan secara bergantian mereka mengaku tidak sendiri. Ada kawan-kawan mereka yang akan menyusul datang ke KPU.
Dalam poster-poster yang mereka bawa dalam demonstrasi antara lain bertuliskan, "Gantung Ketua KPU Jabar yang Memanipulasi Rakyat Jabar" , "KPUD Telah Menipu Rakyat Jabar', KPUD Tidak Becus', dan 'KPUD Terlalu Banyak Menipu Rakyat'. Dalam aksi tersebut terlihat juga diikuti oleh ibu-ibu.
Ada kejadian lucu pada saat aksi demontrasi ini, yang dilakukan orator, seperti orator dari GMBI yang mengatakan "Siapa yang mau menyampaikan aspirinnya (aspirasi-red),". Orator lain ada yang salah mengeja kepanjangan nama KPU menjadi Kantor Urusan Daerah padahal dia berorasi di bawah plang KPU yang tertera KPU, Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat.
(ema/ern)











































