Pengamat: Sengketa Pilkada Jangan Minta Fatwa dari Gus Dur

Pilkada Jabar

Pengamat: Sengketa Pilkada Jangan Minta Fatwa dari Gus Dur

- detikNews
Minggu, 20 Apr 2008 13:03 WIB
Bandung - Langkah beberapa parpol pengusung Agum Gumelar-Nu'man Abdul Hakim yang mengadu kepada Gus Dur dianggap tidak tepat. Sengketa Pilkada sebaiknya ditempuh melalui jalur hukum, bukan meminta fatwa dari orang per orang.

Demikian disampaikan Pakar Politik dan Pemerintahan dari Unpad, Dede Mariana, saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Minggu (20/4/2008).

"Jika ada yang tidak puas, tempuh jalur hukum. Bukan mencari fatwa atau mengadu ke Gus Dur. Memangnya Gus Dur itu hukum? Apalagi sampai ada permintaan dari Gus Dur kalau calon harus didiskualifikasi. Kalau hanya sekedar berdiskusi sih sah-sah saja," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dede, pihak yang melontarkan adanya black campaign harus bisa mengumpulkan bukti. Jangan sampai, kata dia, tuduhan mereka lemah.

"Jangan sampai mereka sudah menggugat, tapi dasar gugatannya lemah. Nanti kalah dua kali, kalah di Pilkada juga kalah di persidangan, kan malu," katanya.

Dia menilai semua kandidat pernah melakukan negative campaign, yaitu menjelek-jelekan kandidat lain. Namun kampanye seperti ini, setiap kandidat harus berdasarkan data sebenarnya.

"Misalkan ada selebaran yang menyatakan bahwa Danny pernah dipanggil KPK. Nah ini namanya negative campaign. Namun kalau disebut Danny korupsi, ini namanya black campaign. Karena hingga saat ini belum ada keputusan dari pengadilan mana pun jika Danny korupsi," jelasnya.

Menurutnya antara negative campaign dan black campaign berbeda tipis. "Kalau memang benar ada black campaign, silahkan tempuh jalur hukum. Tidak perlu melakukan tekanan dengan melakukan demo," ujarnya.

"Saya sih berharap semua pihak terutama yang kalah bisa menerima hasil Pilkada ini. Terima saja memang pilihan yang rasional saat ini bagi warga Jabar ya pasangan yang menang sekarang ini," kata Dede.

Sebelumnya, beberapa parpol pengusung Aman mengadu ke Gus Dur pada Sabtu (19/4/2008). Dalam kesempatan itu Gus Dur menyatakan jika terjadi konspirasi besar atas kemenangan Hade dalam Pilkada Jabar. Gus Dur juga meminta agar kemenangan Hade didiskualifikasi. (ern/ern)


Berita Terkait