Hal ini disampaikan oleh Ketua DPW PDS Jabar Ivan Purba Pandapotan melalui rilis yang diterima redaksi detikbandung, Sabtu (19/4/2008). Dikemukakan adanya pertemuan Gus Dur dengan petinggi-petinggi partai pengusung Aman di kediamannya di kawasan Ciganjur, Jakarta, Sabtu pagi (19/4/2008). Pertemuan ini dihadiri Ketua DPW PKB Jabar Avi Taufik Hidayat, Ketua DPW PDS Jabar Ivan Purba, Ketua AMK Jabar Nurul M. Anggalaksana, dan Ketua PPB Jabar Andi Darwis.
Dijelaskan bahwa keempatnya diterima Gus Dur pukul 06.00 WIB, ketika itu Gus Dur terlihat sedang berbaring di lantai ruang tamunya sambil dipijat terapi. Mereka datang dan mencium tangan cucu bapak Pendiri Bangsa tersebut dan duduk berjajar di lantai bersama Gus Dur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal ini, Gus Dur merasa bahwa pilgub Jabar memang bagian dari sebuah konspirasi besar. Dirinya menegaskan akan membeberkan konspirasi tersebut.
"Pilgub Jabar ini sebenarnya cuma bagian dari konspirasi besar. Dan ini harus segera dibeberkan di depan umum," ungkap Gus Dur dalam rilis yang dikirimkan ke redaksi detikbandung, Sabtu (19/4/2008).
Menurutnya konspirasi di Pilgub ini sudah jelas. Diungkapkan Gus Dur, ada pihak yang menghalangi pasangan Agum Gumelar-Nu'man Abdul Hakim memimpin Jabar dikarenakan perbedaan kepentingan.
"Saya tahu sekali kalau Pak Agum tuh jujur orangnya. Bersih gitu," kata Gus Dur.
Gus Dur juga menambahkan, keberadaan black campaign harus dilaporkan ke panwas. "Kalau Panwas tidak bekerja juga bawa saja ke pengadilan," tandasnya.
Bahkan dirinya mengaku tidak segan-segan akan berbicara langsung di depan masyarakat Jawa Barat. "Biar aja, kalau perlu saya nanti ke Jawa Barat dan langsung ngomong diseluruh media kalau Pilgub Jabar ini sudah tidak benar," tukasnya.
Disebutkan juga bahwa selama ini Aman selalu menjadi korban Black Campaign oleh pasangan calon lain. Salah satu contoh yang diberikan oleh Nurul M. Anggalaksana, kasus di Cianjur dimana oknum PKS diduga memasang pamflet berisi pencemaran nama Aman.
"Sudah, PKS itu ditangkapi saja dan calonnya didiskualifikasi. Saya tahu mereka dapat dana dari mana saja untuk membiayai semuanya," tegas Gus Dur seperti dilansir dalam rilis.
Mengakhiri pertemuan, Gus Dur meyakinkan keempatnya bahwa dirinya siap mendukung Aman. "Tidak perlu takut lah, saya juga nanti akan turun kalau keadaannya sudah matang," katanya.
Ivan Pandapotan membenarkan pertemuan tersebut ketika dikonfirmasi detikbandung melalui telepon, Sabtu (19/4/2008). Dirinya juga menyebutkan kemungkinan datangnya Gus Dur ke Jawa Barat dalam sepekan ini. (twi/twi)











































