Demikian disampaikan Nu'man Abdul Hakim saat pertama berkantor kembali sebagai Wagub Jabar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (18/4/2008).
"Wartawan jangan habis-habisan blow up hasil quick count. Wartawan juga harus ikut mencerdaskan bangsa. Dengan diberitakan quick count, akan membuat orang malas menghitung secara manual," protesnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
menghitung manual, orang sudah selesai kok hasilnya di quick count. Secara psikologis mempengaruhi," ujarnya.
Nu'man mengaku hingga saat ini, dirinya masih optimistis hasil perolehan suara yang mengunggulkan pasangan Hade akan berubah. "Saya optimistis ada perubahan, siapa tahu di hitungan akhir Dai yang menang," katanya.
Dia mencontohkan Pilkada Tasikmalaya. Di mana di detik-detik terakhir, pasangan nomor yang awalnya menang bisa disalip oleh pasangan yang berada di bawahnya, menyusul adanya 20 persen pemilih yang Golput.
"Untuk itu kita serahkan semuanya ke KPU. Sekali lagi wartawan tidak membuat opini publik dari hasil quick count," tegas Nu'man.
(ern/ern)











































