Kedua pria tersebut yakni, Nazeer Muhammad warga negara Kanada dan Hsbullah Lasykarlangit, warga Bandung. Nazeer tiba di hotel Imperium Kamis subuh (17/4/2008) pukul 02.15 WIB. Awalnya Nazeer bersama teman-temannya tengah perayaan ulang tahun diantara mereka. Saat Nazeer sedang berjoged, dirinya didorong seseorang.
Menurutnya yang mendorong adalah seorang sekuriti. Ketika Nazeer membalas, dirinya malah dipukuli orang tersebut. Tidak lama, sekuriti lain yang melihat kejadian tersebut mengeroyok dirinya. Bahkan, diungkapkan Nazeer, beberapa diantaranya menggunakan kayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa waktu kemudian, Laskar datang. Melihat pengeroyokan tersebut dirinya mencoba melerai dan melindungi. Dirinya mengaku mencoba jelaskan bahwa Nazeer adalah kerabatnya. Namun yang ada dirinya malah dipukuli dan dikeroyok.
"Saya sempat menangkis dan minta ampun. Namun mereka malah makin mencela-cela. Bahkan ada yang memukulkan botol," ungkap Laskar ketika dihubungi wartawan, Kamis (17/4/2008).
Keduanya berhasil lolos ketika ada lift yang terbuka. Berhasil meloloskan diri, perkelahian tersebut meninggalkan luka-luka. Nazeer di pelipis bagian kiri sebanyak 20 jahitan serta mata lebam. Sementara Laskar menadpat 8 jahitan di kepala atas, mata kanan lebam serta memar di bahu kiri dan rahang kanan.
Menurut penuturan keduanya, mereka telah melapor ke Polwil Bandung. Ayah Laskar, Aah Jakra (50) berharap agar kejadian ini diselesaikan dengan prosedur hukum.
"Semua pelaku mesti diadili, diserahkan kepada kepolisian," tutur Abah ketika dihubungi wartawan, Kamis (17/4/2008).
Kini keduanya berada di kediaman Abah Jakra, Jalan bima, Keluarahan Andir Kecamatan Cicendo, Bandung.
Di tempat lain, Kasat Reskrim Polwiltabes Bandung AKBP Hendro Pandowo, membenarkan kejadian itu. "Itu dari laporan, kami sedang selidiki kejadian itu," jelasnya ketika ditemui di kantor Polwiltabes Bandung, Jalan Jawa, Kamis (17/4/2008).
Sementara dari pihak sekuriti Hotel Imperium belum bisa pastikan kebenaran hal ini. Salah seorang petugas sekuriti, Ferdinand, mengemukakan memang banyak yang terlibat perkelahian di pub kala itu.
"Memang ada perkelahian, memang banyak yang berkelahi. Kami berusaha melindungi dan melerai. Tapi belum bisa pastikan adanya WNA," jelasnya ketika ditemui di Hotel Imperium, Kamis (17/4/2008).
Hal senada juga dikemukakan Kepala Kapten Konser Hotel Imperium, Maman. Dirinya mengaku belum mendapat kabar terkait hal tersebut.
"Saat itu saya sedang sakit, jadi tidak ada di tempat kejadian," ungkap Maman. (twi/twi)











































