'Buruh Jangan Buru-buru Nikah'

'Buruh Jangan Buru-buru Nikah'

- detikNews
Kamis, 17 Apr 2008 11:04 WIB
Buruh Jangan Buru-buru Nikah
Bandung - Para buruh khususnya tenaga kontrak dihimbau untuk tidak buru-buru menikah. Nasib buruh sekarang kurang menjamin berkeluarga.

Himbauan ini didengungkan sekitar 60 demonstran dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) di depan Gedung Sate, Kamis (17/4/2008). Dengan berkonvoi menggunakan sepeda motor, mereka tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebagai bentuk keprihatinan terhadap nasib buruh saat ini, salah seorang orator menghimbau agar para buruh tidak terburu-buru memutuskan untuk berumah tangga selama statusnya masih karyawan kontrak.

"Saat ini tidak ada jaminan kesehatan, asuransi, sementara upah rendah."

Menurut Korwil KASBI Bandung Raya Hidayat, aksi ini merupakan sosialisasi untuk aksi yang lebih besar pada 1 Mei. Rencananya sekitar 26 ribu di Bandung Raya akan melakukan aksi secara serentak di Gedung Sate. Wilayah Bandung Raya mancakup Sumedang, Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.

"Tanggal 1 Mei bertepatan hari buruh nasional akan dijadikan momentum untuk menuntut kesejahteraan bersama," ujarnya.

Tidak seperti biasanya demonstrasi di depan Gedung Sate, para demonstran kali ini membelakangi gedung. Ini sebagai bentuk ketidakpercayaan mereka terhadap pemerintah dan anggota dewan.

"Ini bukan karena tidak menghargai, tetapi kami tidak percaya pada mereka. Seperti halnya kami tidak percaya pada proses pilkada kemarin," jelas Hidayat.

Aksi ini dikawal oleh sekitar 20 personel polisi yang dipimpin Kapolres Bandung Wetan AKP Renold Hutagalung. Para demonstran juga membawa spanduk merah berukuran 3x1 meter dengan tulisan "Lawan Penjajahan Bentuk Baru".

Di bawahnya terdapat empat butir tuntutan yakni, hapuskan sistem kerja kontrak dan outsourching, tolak upah murah dan berikan upah layak nasional, cabut undang-undang 13 dan buat undang-undang pro buruh serta tolak PHK massal dan berikan lapangan pekerjaan.
(lom/lom)


Berita Terkait