Ketika ditemui di rumahnya di RT 4 RW 7 kampung Cinangka, Desa Warga Luyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Senin (13/4/2008) malam, ayah Didin Warman (60) menuturkan kronologis kondisi anaknya.
"Awalnya dia tabrakan tahun 2000, dia geger otak. Setelah itu mulai terlihat tanda-tanda stres. Oktober 2006 masuk RSHS, sempat keluar lalu masuk lagi 15 hari antara November sampai Desember 2007," ujar Warman sambil menunjukkan surat keterangan dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vespa yang digunakan Didin saat beraksi melempar empat botol bensin disusul karung terigu yang dibakar ke Kantor DPD PKS, Senin (14/4/2008), memang dalam kondisi tidak lengkap. Tutup mesin dan ban cadangan tidak dipasang, demikian juga nomor polisinya. Sementara cat vespa yang berwarna biru tua masih tampak kasar. Tertangkapnya Didin pun disebabkan vespanya tersebut mogok saat akan kabur. (afz/lom)











































