Rukmana menyatakan, peranan tim partai dalam mendukung pasangan calon hanya 15-20 persen. Selebihnya kepada figur pada pasangan itu sendiri.
"Kalau dari partai sih sudah habis-habisan. Tapi kan poin utamanya ada pada figur yang dicalonkan," tutur Rukmana ketika dihubungi detikbandung, Senin (14/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ikuti saja, apapun yang terjadi akan loyal dengan keputusan terakhir. Bagaimanapun juga, kami sudah sepakat akan siap menang atau kalah," katanya.
Kemenangan sementara Hade yang di luar prediksi, menurutnya merupakan hal yang wajar dalam politik. Diungkapkannya, selalu ada kejutan-kejutan dalam setiap pilkada. Gagalnya prediksi lembaga-lembaga survei dinilai bukan hal yang baru.
"Lembaga itu kan hanya hitung menghitung, jadi bisa saja meleset," jelasnya.
Rukmana juga menambahkan, kemenangan Hade sekarang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya, faktor popularitas artis.
"Ibu-ibu kan senang dengan calon artis. Malah di kertas suara yang dicoblos itu Dede bukan Ahmad Heryawan," kata Rukmana.
Selain itu, lanjut Rukmana, mungkin masyarakat memang menginginkan adanya perubahan, seperti yang ditawarkan pasangan Hade. Dirinya hanya berharap janji-janji Hade dapat direalisasikan. (twi/twi)











































