Heryawan: Kontrak Politik Jadi Prioritas

Heryawan: Kontrak Politik Jadi Prioritas

- detikNews
Senin, 14 Apr 2008 12:56 WIB
Bandung - Pasangan Hade merupakan satu-satunya pasangan calon yang bersedia menandatangani kontrak politik yang disodorkan oleh masyarakat selama kampanye. Heryawan menekankan kontrak politik nantinya menjadi prioritas.

Penghitungan suara sementara masih mengangkat nama Hade di urutan pertama. Di masa-masa penghitungan, Heryawan kembali menekankan bahwa Hade akan konsisten dengan kontrak politik yang telah ditandatangani pada masa kampanye lalu.

"Kontrak politik itu menjadi bentuk komitmen kami. Nantinya kontrak politik itu akan menjadi prioritas," tutur Heryawan ketika mengunjungi kantor detikbandung, Jalan Lombok, Senin (14/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diakui Heryawan, kontrak politik yang ditandatanganinya bersama Dede Yusuf tidak hanya satu. Diantaranya adalah kontrak politik dengan warga kawasan sentra industri rajut Binong Jati dan tujuh komitmen moral.

"Dalam pelaksanaannya nanti, kita harus sama-sama memantau," katanya.

Dalam kampanye terakhir Hade Selasa (8/4/2008) di Lapangan Gasibu, keduanya menyodorkan tujuh komitmen moral selama menjadi pemimpin Jawa Barat. Pasangan ini mengaku jika tujuh komitmen tersebut tidak terealisasi dalam tiga tahun, keduanya siap mundur.

Ketujuh komitmen moral itu adalah yaitu menyerap satu juta lapangan kerja melalui pengadaan dan peningkatan UKM dengan anggaran Rp 200 miliar/tahun. Kemudian membebaskan SPP dan pemberian bantuan buku, perbaikan gedung sekolah, serta penambahan gaji guru negeri dan swasta dengan anggaran Rp 200 miliar/tahun. Meningkatkan kesejahteraan petani melalui dana talangan untuk menjamin stabilitas harga pupuk dan gabah sebesar Rp 200 miliar/tahun. Pembangunan jalan dan irigasi dengan anggaran Rp 200 miliar. Pengalokasian dana khusus sebesar Rp 50 miliar setiap tahun untuk operasi pasar bila harga sembako naik. Pengembangan dan revitalisasi posyandu untuk kesehatan ibu, anak dan lansia sebesar Rp 50 miliar/tahun. Mendukung eksistensi praktisi perkebunan untuk mendapat hak guna usaha.

(twi/ern)


Berita Terkait