Perwakilan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Widi Aspriyadi menilai keanehan tersebut karena kemenangan sementara yang dipegang oleh Hade. Hal ini dikategorikan aneh, karena pasangan calon tersebut tidak memiliki hak pilih di Jawa Barat.
"Hal seperti ini memang tidak bisa diprediksi. Mereka pasangan yang terhitung baru," ungkap Widi dalam konferensi pers di Grand Preanger, Jalan Asia Afrika, Minggu (13/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Widi menambahkan, berdasarkan analisa LSI dan Jaringan Isu Publik (JIP) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kemenangan Hade. Pertama, tim Hade dinilai lebih mampu memobilisisasi massa menjelang akhir kampanye. Hal ini kemudian diperkuat dengan ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintahan calon incumbent.
"Sejak tahun 2007 incumbent memang cenderung lebih sering kalah," tutur Widi.
Terakhir, salah satu faktor yang tidak bisa lepas dari kemenangan Hade yakni popularitas personal. Pasangan Hade memiliki kekuatan pada popularitas individu yang lebih kuat daripada popularitas partai politik.
(twi/ern)











































