Hade Menang, Waspadai Kecurangan dan Konflik Tim Lawan

Hade Menang, Waspadai Kecurangan dan Konflik Tim Lawan

- detikNews
Minggu, 13 Apr 2008 19:46 WIB
Bandung - Jika hasil quick count yang memprediksi kemenangan pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf terbukti, maka potensi terjadi kecurangan di tingkat rekapitulasi suara di tingkat kecamatan dan tingkat kabupaten atau kota cukup besar. Bahkan, banyaknya pemilih yang golput pun akan menjadi salah satu konflik pasca pemilihan.

Demikian disampaikan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Jeirry Sumampow saat dihubungi detikbandung, Minggu (13/4/2008). "Dua kandidat lainnya kan mempunyai akses ke birokrasi. Nah seperti kita tahu, petugas di kecamatan dan kabupaten dan kota, adalah PNS. Jadi wajar saja jika kami mencurigai potensi kecurangan bisa terjadi," ujar Jeirry.

Sehingga, kata dia, tim kampanye Hade harus waspada untuk mengawal kotak suara hingga selesai rekapitulasi suara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Jeirry menambahkan banyaknya kasus pemilih yang tidak terdaftar dan yang golput bisa menjadi potensi konflik pasca pemilihan nanti. "Kandidat yang kalah pasti akan mempersoalkan banyaknya pemilih yang tak terdaftar atau pemilih yang terdaftar tapi tidak dapat kartu pemilih," jelasnya.

KPU, lanjutnya, akan menjadi pihak yang paling disalahkan. Sebab, banyaknya golput yang diprediksi mencapai 35 persen disebabkan human error. Di mana salah satunya sosialisasi Pilgub oleh KPU masih sangat rendah. "Pengenalan pemilih terhadap kandidat pun masih minim, sehingga membuat pemilih menjadi skeptis," tambah Jeirry.

(ern/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini