Demikian disampaikan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Jeirry Sumampow saat dihubungi detikbandung, Minggu (13/4/2008). "Dua kandidat lainnya kan mempunyai akses ke birokrasi. Nah seperti kita tahu, petugas di kecamatan dan kabupaten dan kota, adalah PNS. Jadi wajar saja jika kami mencurigai potensi kecurangan bisa terjadi," ujar Jeirry.
Sehingga, kata dia, tim kampanye Hade harus waspada untuk mengawal kotak suara hingga selesai rekapitulasi suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPU, lanjutnya, akan menjadi pihak yang paling disalahkan. Sebab, banyaknya golput yang diprediksi mencapai 35 persen disebabkan human error. Di mana salah satunya sosialisasi Pilgub oleh KPU masih sangat rendah. "Pengenalan pemilih terhadap kandidat pun masih minim, sehingga membuat pemilih menjadi skeptis," tambah Jeirry.
(ern/ern)










































