"Pemimpin busuk adalah pemimpin yang memanfaatkan anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk kepentingan kampanyenya," ungkap Koordinator FPM, Irawan. Dalam aksi keempatnya tersebut FPM menyimbolkan pemimpin busuk dengan tuyul. Menurut Irawan, tuyul diartikan sebagai makhluk yang suka mengambil uang rakyat dengan cara yang tidak transparan.
Irawan menuturkan, aksi ini dilakukan karena FPM ingin memberikan shock therapy kepada masyarakat setelah berakhirnya masa kampanye. "Jangan sampai pada saat pencoblosan masyarakat salah pilih hanya karena diiming-imingi uang," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT










































