Menurut Sekjen Asperapi Dewi Fatimah, sudah saatnya EO membatasi norma sosial dan norma susila. Dia menilai pernyatan walikota tersebut bukan berarti pihak EO membatasi apresiasi seni. Meski diakuinya, EO bekerja sesuai dengan keinginan klien. "Bisa saja ada klien yang ingin menampilkan Dewi Persik atau artis lainnya yang berbau seronok," ujar saat ditemui di Sekretariat ASPERASI, Jl Rajamantri Tengah, Jumat (10/4/2008).
Meski demikian, kata dia, bukan berarti juga EO tidak punya kewenangan untuk mengusulkan tema acara kepada kliennya. Sebab, EO tidak hanya sebagai penyelenggara melainkan juga konsultan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asperapi yang sebagian anggotanya EO-EO yang bergerak di bidang pameran tidak menampik, jika pamerannya diisi dengan acara hiburan seperti dangdut atau lainnya khususnya penyelenggaraan outdoor.
Asperapi sendiri, kata dia, tidak melarang anggotanya untuk mengundang Dewi Persik dan artis lainnya tampil. Cuma kini sudah saatnya memperhatikan norma susila dan norma sosial. EO bisa mengajukan kepada Dewi Persik agar bisa tampil tidak seronok. "Banyak kok artis-artis lain selain Dewi Persik yang memiliki massa yang tidak sedikit, seperti Evie Tamala, Iis dahlia dan Ikeu Nurjanah," ujarnya.
Dewi mengharapkan agar artis-artis yang akan tampil dalam pagelaran EO menunjukan kreatifitas lainnya, tidak hanya yang seronok. "Misalnya pakaian yang fashionable, enak dipandang dan pas dibadan, bukan buka-bukaan," jelasnya.
Dengan adanya pernyataan walikota mengenai pencekalan, menurutnya tidak akan menjatuhkan EO-EO di Bandung. Sebab, masih banyak artis lain dan masih banyak even yang bisa digarap oleh para EO.
(ern/ern)











































