"Setelah polisi menahan Unang, tidak lama saya dikabari kalau Unang pingsan dan dibawa ke Rumah Sakit Kebon Jati. Tapi sebelum kami tiba, ternyata Unang sudah meninggal," ujar heny ketika ditemui di RSHS, Jalan Pasteur, Kamis (10/4/2008).
Unang merupakan warga Gang Hidayat No 100 RT 10 RW 10 Komplek Saritem Kecamatan Andir. Kediaman Unang dan Heny tidak terlalu jauh. Menurut penuturan Heny, rumahnya di Gang Aman hanya selisih gang.
"Mengenai kebiasaan mabuk, memang sudah biasa. Dari dulu memang begitu," tutur Heny.
Kakak korban, Nani (52) menuturkan dirinya sangat terkejut mengetahui kabar duka tersebut. Menurut Nani, kabar itu baru disampaikan sekitar pukul 18.00 WIB. Nani dan istri Unang, Dede, hanya menemukan jasad Unang ketika tiba di RS Kebon Jati.
"Awalnya mau langsung kami bawa pulang. Tapi kata polisi sebaiknya diotopsi dulu, makanya jam 8 dibawa ke RSHS," tutur Nani.
Nani juga menambahkan bahwa Unang sempat berkunjung ke rumahnya di Kebon Kawung pada Rabu sore (9/4/2008). Unang yang tiba pukul 15.00 WIB datang untuk bersilaturahim dan mengobrol dengan Nani.
Korban meninggalkan seorang istri dan 5 orang anak. Kesehariannya, Unang merupakan wiraswasta yang membuka usaha kios di rumahnya. Beberapa anggota keluarga tampak menunggui di kamar jenazah RSHS. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek Andir. (twi/twi)











































