Ketua Panwaslu Jabar, Anton Minardi, melakukan pemantauan bersama anggota KPUD Jabar, Affan Sulaeman, Wakil Ketua DPRD Jabar, Ahmad Ru'yat dan Ketua Pelaksana Harian Operasi Praja Lodaya 2008, Komisaris Besar Polisi Sudarmanto. Rombongan pemantau hari pertama masa tenang itu melihat pelanggaran langsung dari udara menggunakan helikopter Polda Jabar. Pemantauan dilakukan lebih dari satu jam melewati udara Bandung hingga ke Karawang dan Purwakarta. Hingga suara helikopter masih terngiang-ngiang di telinga Anton Minardi.
"Pemantauan ke Purwakarta dan Karawang menggunakan heli, kuping saya masih nguing-nguing," ujar Anton kepada wartawan, di kantor Panwaslu, Jalan Anggrek, Bandung, Kamis (10/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk 'membersihkan' seluruh peraga di masa tenang menjelang pencoblosan 13 April 2008, Anton mengatakan Panwaslu mengirimkan surat peringatan ke banyak pihak untuk segera menurunkan seluruh alat peraga yang masih terpasang. Surat peringatan dikirim kepada tim kampanye tiga kandidat, Panwaslu kota/kabupaten hingga Panwas tingkat kecamatan untuk bekerjasama dengan Satpol Pamong Praja menyapu bersih semua alat peraga yang berbau kampanye.
"Mereka diminta untuk segera menurunkan alat peraga yang berbau kampanye, karena itu tugas dan wewenang mereka," tukas Anton.
Dia mengaku secara simbolis sudah memulai 'pembersihan' alat kampanye Rabu pukul 00.00 WIB dengan menurunkan puluhan baliho besar di beberapa lokasi di Bandung seperti di Gasibu, perempatan Jalan Jakarta, dan Kiaracondong.
(ern/ern)










































