"Saya sedang berkonsentrasi sekarang, bagaimana mencari kata yang tepat dalam waktu yang singkat. Kata-kata yang tidak terkesan mendikte, menggurui apalagi menguji," ujar salah satu panelis, Asep Warlan, Pakar Hukum Universitas Parahyangan, saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Rabu (9/4/2008).
Menurutnya debat publik ini untuk melihat bagaimana sikap dan posisi calon terhadap berbagai permasalahan yang akan ditanyakan oleh para panelis. "Bagaimana visi misi mereka untuk memimpin Jabar dalam lima tahun mendatang," papar Asep.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjutnya, di tengah sistem otonomi daerah saat ini, gubernur pun harus bisa menjadi koordinator antar kabupaten dan kota, punya kemampuan untuk meyakinkan pemerintah pusat mengenai aspirasi dari daerah, dan mampu menerjemahkan kebijakan pusat ke daerah.
"Posisi gubernur mempunyai fungsi strategis menjadi mediator antara pemerintah pusat dan pemerintah di tingkat dua," jelasnya.
Ketika disinggung apakah untuk bisa menjalankan semua hal itu dibutuhkan pemimpin yang baru atau yang berpengalaman, Asep menyatakan keduanya mempunyai kesempatan yang sama. "Fifty-fifty untuk berhasil dan gagal," pungkasnya.
Dalam debat nanti akan menghadirkan empat panelis yaitu Rektor UI Prof Gumilar Riswila Soemantri, Jalaluddin Rahmat, pakar hukum Unpar Asep Warlan, dan guru besar ekonomi Unpad Armida Alisyahbana.
(ern/lom)











































