Panelis Tidak Mendikte atau Menguji Cagub dalam Debat Publik

Pilkada Jabar

Panelis Tidak Mendikte atau Menguji Cagub dalam Debat Publik

- detikNews
Rabu, 09 Apr 2008 10:28 WIB
Bandung - Gelaran kampanye memasuki babak terakhir. Nanti malam pukul 19.30 WIB (9/4/2008), tiga Cagub dan Cawagub akan dijajal argumennya dalam debat publik yang akan direlay oleh 11 stasiun televisi swasta. Para panelis tidak akan mendikte, tidak menggurui, dan juga tidak menguji.

"Saya sedang berkonsentrasi sekarang, bagaimana mencari kata yang tepat dalam waktu yang singkat. Kata-kata yang tidak terkesan mendikte, menggurui apalagi menguji," ujar salah satu panelis, Asep Warlan, Pakar Hukum Universitas Parahyangan, saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Rabu (9/4/2008).

Menurutnya debat publik ini untuk melihat bagaimana sikap dan posisi calon terhadap berbagai permasalahan yang akan ditanyakan oleh para panelis. "Bagaimana visi misi mereka untuk memimpin Jabar dalam lima tahun mendatang," papar Asep.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirinya, kata Asep, akan mempertanyakan segala sesuatu yang menyangkut bidang hukum dan otonomi daerah. Beberapa hal yang harus dilakukan pemimpin Jabar mendatang adalah keteladanan dan adil, lebih mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi atau golongan, serta berkomitmen memberantas korupsi dengan melakukan reformasi birokrasi.

Selain itu, lanjutnya, di tengah sistem otonomi daerah saat ini, gubernur pun harus bisa menjadi koordinator antar kabupaten dan kota, punya kemampuan untuk meyakinkan pemerintah pusat mengenai aspirasi dari daerah, dan mampu menerjemahkan kebijakan pusat ke daerah.

"Posisi gubernur mempunyai fungsi strategis menjadi mediator antara pemerintah pusat dan pemerintah di tingkat dua," jelasnya.

Ketika disinggung apakah untuk bisa menjalankan semua hal itu dibutuhkan pemimpin yang baru atau yang berpengalaman, Asep menyatakan keduanya mempunyai kesempatan yang sama. "Fifty-fifty untuk berhasil dan gagal," pungkasnya.

Dalam debat nanti akan menghadirkan empat panelis yaitu Rektor UI Prof Gumilar Riswila Soemantri, Jalaluddin Rahmat, pakar hukum Unpar Asep Warlan, dan guru besar ekonomi Unpad Armida Alisyahbana.

(ern/lom)


Berita Terkait