Penandatanganan kontrak politik tersebut dilakukan di kantor UPT Binong Jati, Jl Binong Jati No 122 C, Senin (8/4/2008), seusai Ahmad Heryawan mengunjungi sentra industri rajut Binong Jati pada pkl. 09.30 WIB. Ahmad datang tanpa didampingi Dede Yusuf
Kontrak politik tersebut ditandatangani Ahmad heryawan dan tiga orang perwakilan pengusaha industri rajut yaitu Ketua Koperasi Industri Rajut Binong Jati (KIRBI) Suyana Wondo, Ketua Asosiasi Pengusaha Industri Rajut (ASPIRA), Jam Jam Hendarsah, dan Ketua III Forum Komuniakasi Pengusaha Indusri Rajut (Fokus), Charies Ginting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi kami bentuk dukung mendukung gampang, yang penting realisasi, bukan hanya sebatas janji," ungkap Suyono.
Ketika ditanya apakah dengan ditandatanganinya kontrak politik tersebut warga Binong Jati akan mendukung pasangan Hade, Suyono menuturkan, penandatangan tersebut bukan berarti dukungan terhadap pasangan Hade. "Kami akan mendukung apapun programnya. Kontrak politik ini berlaku kalau dia jadi gubernur," ucapnya.
Suyono menambahkan, para pengusaha rajut Binong Jati tidak membutuhkan hal-hal yang muluk-muluk. "Kami hanya butuh infrastruktur saja yaitu jalan akses masuk yang lebih baik ke sentra industri rajut," ujarnya. Selama ini jalan masuk ke sentra rajut rusak, jalurnya kecil dan jauh. Warga menginginkan adanya jalan tembus dari Binong Jati langusng ke Jl Kiaracondong. Di daerah Binong Jati ini terdapat 400 lebih pengusaha rajut.
Selepas dari Binong Jati, Ahmad melanjutkan perjalanan ke pasar Ujung Berung untuk bertemu dengan tokoh benjang, sebelum akhirnya melakukan kampanye terbuka di Gasibu pkl. 13.30 WIB.
(ema/ern)
