Hujan Semalaman, Majalaya Kembali Dikepung Banjir

Hujan Semalaman, Majalaya Kembali Dikepung Banjir

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 08 Apr 2008 09:09 WIB
Bandung - Setelah diguyur hujan semalaman, banjir kembali melanda beberapa desa di Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung. Di beberapa titik ketinggian air mencapai 4 meter.

Seperti yang dituturkan oleh Riki Waskito (31 tahun) kepada detikbandung, Senin malam (7/4/2008) air sungai Citarum meluap sehingga mengakibatkan banjir di beberapa RT dan RW di desa Majalaya. "Hujan terjadi dari jam 20.00 WIB dan pukul 23.30 WIB kondisi ketinggian air yang menggenangi rumah mencapai 2 - 4 meter," kata Riki Selasa Pagi (8/4/2008).

Meluapnya sungai Citarum sudah biasa bagi warga desa Majalaya. "Udah biasa kalau di Gunung Wayang dan hulu sungai Citarum hujan pasti ke Majalaya banjir. Biasanya tiga jam setelah hujan sungai akan meluap. Air semalam sudah menyentuh bawah tembok jembatan. Dan rumah yang berada di bantaran sungai Citarum ini terendam hingga 4 meter. Semalam warga sudah mengevakuasi barang-barang ke rumah warga yang lebih tinggi," ujar koordinator lapangan di desa Majalaya, Nano, saat dihubungi detikbandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selasa pagi kondisi air sudah surut, tapi masih menyisakan genangan air setinggi lutut orang dewasa dan dibeberapa tempat masih terdapat lumpur setinggi 40 centimeter. "Air mulai surut pukul 05.00 WIB, pagi tadi (selasa, 8/4/2008)," kata Nano.

Saat ini warga berupaya untuk membersihkan lumpur dan mengeluarkan air dari rumah masing-masing. Beberapa warga mencoba membersihkan lumpur di jalan untuk memperlancar arus lalu lintas hanya memakai peralatan sederhana. "Kondisi air di jalan raya Laswi sudah mulai surut namun lumpur masih nampak dan arus kendaraan saat ini macet. Kendaraan dari Daeyuhkolot, Banjaran, Bale Endah, Ciparay yang menuju Majalaya macet,"kata Riki.

Sampai saat ini belum ada bantuan dari pihak manapun yang datang. "Bukan hanya desa Majalaya saja yang tergenang. Banjir juga mengenangi desa Majasetra dan desa Sukamaju. Ada ribuan rumah yang terendam. Di RT 1 RW 10 B saja ada delapan puluh rumah belum lagi di RT yang lain dan RW lain. Saat ini warga sangat membutuhkan sarana air bersih guna kebutuhan sehari-hari,"kata Riki.

(afz/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads