Calo Dadakan Manfaatkan Antrean Elpiji

Calo Dadakan Manfaatkan Antrean Elpiji

- detikNews
Senin, 07 Apr 2008 11:42 WIB
Bandung - Kelangkaan pasokan elpiji membuat masyarakat pengguna elpiji baik agen maupun rumah tangga terpaksa harus mengantre untuk mendapatkan elpiji. Sejumlah calo pun memanfaatkan momen tersebut untuk membantu menjadi kuli angkut atau kuli antre.Salah seorang calo, Amin (28) mengatakan para calo berasal dari masyarakat sekitar. "Para calo tersebut biasanya tanpa dikomando atau dikoordinir sudah siap di tempat begitu tahu adanya akan adanya kelangkaan elpiji," ungkap Amin saat ditemui ketika  di delaer elpiji PT Limas Raga Inti, Jl Emong, Senin (7/4/2008). Amin menuturkan, pekerjaan sehari-harinya selain menjadi calo dadakan yaitu tukang parkir di Jl Karapitan.

"Lumayan buat nambah-nambah, kan dari kemarin sudah ngantre. Ngga tiap hari ngantre kayak gini," ujar Amin yang kesehariannya bekerja sebagai tukang parkir di Jalan Karapitan. Menurut Amin, ongkos menjadi kuli panggul antara Rp 2-3 ribu per tabung. "Kalau antriannya panjang dan banyak saya mematok Rp 3 ribu, sedangkan antrian pendek paling antara Rp 1000-2000," ujar Amin.

Menurut Amin, tidak semua pembeli membutuhkan jasa calo. Biasanya, yang menggunakan jasa calo adalah agen-agen elpiji yang membutuhkan tenaga tambahan untuk mengantre. Dibatasinya jumlah pembelian yang hanya 1-2 tabung membuat para agen menggunakan jasa calo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang pembeli Kristin (55) yang datang bersama suaminya sudah didatangi calo yang menawarkan jasanya ketika dia baru datang dan hendak parkir. Namun Kristin menolak tawaran tersebut dengan dalih tabung yang dibelinya hanya 1-2 tabung saja. "Biasanya kalau mau beli mobil tinggal masuk dan ada orang yang ngambili," ujar Kristin dengan mimik kesal kepada calo yang menawarkan.

Kristin menyatakan jika dalam keadaan normal dirinya bisa langsung masuk ke dealer tanpa hambatan. Dealer pun sudah menyediakan petugas untuk mengangkut tabung ke dalam mobil. "Cuma kalau lagi antre banyak banget calonya. Mereka memang tidak memaksa tapi kita menjadi risih," ujar Kristin.

Berdasarkan pantauan detikbandung, ketika ada mobil yang hendak masuk dealer, 3-4 calo langsung mengerubungi untuk mmenawarkan jasa mereka. Beberapa dari pembeli yang ditawari tersebut terlihat menolak dengan mimik kesal.

Amin juga mengakui, karena calo yang ada di tempat itu banyak, dirinya harus proaktif untuk menawarkan jasa pada pembeli. "Tapi saya tidak memaksa, kalau butuh jasa kami syukur, tidak juga tidak apa-apa. Pada dasarnya kami mau membantu," ujarnya.

Salah seorang agen Andi mengaku menggunakan jasa calo karena dia hanya datang dengan sopirnya. "Cuma dengan sopir kalau antre harus bulak balik, jadi pakai jasa calo, "tuturnya.

Andi memaparkan, dirinya sudah menyiapkan anggaran khusus buat tukang panggul karena jika pembelian dibatasi dirinya tidak mungkin mengantre hanya berdua dengan sopirnya. "Ya lumayan membantulah," pungkasnya.

(ema/ern)


Berita Terkait