"Lumayan buat nambah-nambah, kan dari kemarin sudah ngantre. Ngga tiap hari ngantre kayak gini," ujar Amin yang kesehariannya bekerja sebagai tukang parkir di Jalan Karapitan. Menurut Amin, ongkos menjadi kuli panggul antara Rp 2-3 ribu per tabung. "Kalau antriannya panjang dan banyak saya mematok Rp 3 ribu, sedangkan antrian pendek paling antara Rp 1000-2000," ujar Amin.
Menurut Amin, tidak semua pembeli membutuhkan jasa calo. Biasanya, yang menggunakan jasa calo adalah agen-agen elpiji yang membutuhkan tenaga tambahan untuk mengantre. Dibatasinya jumlah pembelian yang hanya 1-2 tabung membuat para agen menggunakan jasa calo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kristin menyatakan jika dalam keadaan normal dirinya bisa langsung masuk ke dealer tanpa hambatan. Dealer pun sudah menyediakan petugas untuk mengangkut tabung ke dalam mobil. "Cuma kalau lagi antre banyak banget calonya. Mereka memang tidak memaksa tapi kita menjadi risih," ujar Kristin.
Berdasarkan pantauan detikbandung, ketika ada mobil yang hendak masuk dealer, 3-4 calo langsung mengerubungi untuk mmenawarkan jasa mereka. Beberapa dari pembeli yang ditawari tersebut terlihat menolak dengan mimik kesal.
Amin juga mengakui, karena calo yang ada di tempat itu banyak, dirinya harus proaktif untuk menawarkan jasa pada pembeli. "Tapi saya tidak memaksa, kalau butuh jasa kami syukur, tidak juga tidak apa-apa. Pada dasarnya kami mau membantu," ujarnya.
Salah seorang agen Andi mengaku menggunakan jasa calo karena dia hanya datang dengan sopirnya. "Cuma dengan sopir kalau antre harus bulak balik, jadi pakai jasa calo, "tuturnya.
Andi memaparkan, dirinya sudah menyiapkan anggaran khusus buat tukang panggul karena jika pembelian dibatasi dirinya tidak mungkin mengantre hanya berdua dengan sopirnya. "Ya lumayan membantulah," pungkasnya.
(ema/ern)











































