Antrean mulai terjadi sejak pukul 06.00 WIB hingga 09.30 WIB. Kepala Penjualan dealer elpiji PT Limas Raga Inti, Yono Syarief mengatakan antrean sudah terjadi sejak dealer belum dinula. "Memang dari tadi pagi sudah banyak yang antre. Saya lihat jam 6 pagi sudah ada yang ngantre panjang," ungkapnya, Senin (7/4/2008).
Menurut Yono, kelangkaan tersebut terjadi karena lambatnya pasokan elpiji dari Pertamina sehingga pasokan gas dari SPBE sudah tidak tersedia. "Pasokan gas kosong, kita mau gimana lagi," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk pembelian door to door masih kami layani. Kebayang kalau kami tidak melayani door to door pasti antreannya akan lebih banyak lagi," kata Yono.
Sampai pkl 9.30 WIB sudah ada dua truk berkapasitas 252 tabung dan 1 truk 280 tabung. Namun sekitar 20 menitan tabung-tabung tesebut sudah habis. Menurut Yono, pihaknya membatasi pembelian elpiji. Satu konsumen rumah tangga dibatasi membeli hanya dua tabung.
Salah seorang agen elpiji di Jl didaerah Binong yang sedang mengantre Andi (51) di Jl didaerah Binong mengatakan dirinya sudah mengantre dari pagi. "Saya sudah datang dari jam tujuh pagi, hari ini saya mau beli 20 tabung karena stok di toko sudah habis," ungkapnya.
(ema/ern)










































