Yanti yang meninggal 10 Maret 2007 (sebelumnya diberitakan 15 November 2007) baru dipulangkan setelah keluarga menuntut perusahaan penyalur untuk segera memulangkan jenazah. Pihak keluarga sendiri, menurut penuturan kerabat Yanti, Danu (55) kematian Yanti baru diinformasikan 6 bulan setelahnya yakni pada 15 November 2007. Sedangkan jenazah baru dipulangkan ke kediamannya pada Kamis sore (3/4/2008).
"Ketika diinformasikan, kami belum tahu penyebab kematiannya. Informasi terakhir, pihak kedutaan menyampaikan bahwa rumah sakit di Arab menduga Yanti bunuh diri," jelas Danu ketika ditemui di rumah duka di Soreang Kabupaten Bandung, Jumat (4/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya kami kira dia sengaja tidak kasih kabar karena ingin berikan kejutan. Tapi ternyata malah seperti ini," ujarnya miris.
Meski demikian, diakui Danu pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Yanti. Apalagi setelah tuntutan awal keluarga supaya jenazah dipulangkan oleh PT Bin Hasan Maju Sejahtera sebagai pihak penyalur sudah dipenuhi.
Danu juga menambahkan, sejak mendapat kabar kematian Yanti, pihak keluarga telah mendapatkan total santunan Rp 9 juta dari PT Bin Hasan Maju Sejahtera.
Jumat siang (4/4/2008) Yanti telah dimakamkan di kawasan Soreang, tidak jauh dari kediamannya. Korban meninggalkan seorang suami, Denny Saefulloh dan seorang anak Rizal Ramdan (8).
Pihak keluarga sendiri belum bisa dimintai keterangan terkait meninggalnya Yanti. Menurut Danu, kedua orang tua Yanti, Endang Rubiat (52) dan Nanan Kurniati (52) serta suami Yanti masih dalam keadaan berduka. (twi/ema)











































