Menurut pengelola pangkalan minah Otin Suryatin, Memet Rohmatsoleh (33) antrean ini dikarenakan warga mengetahui adanya pengisian pangkalan hari ini. Awalnya Memet membatasi pembelian 5 liter minyak tanah per orang. Namun karena antrean makin banyak, akhirnya diubah menjadi 3 liter per orang.
"Orang yang antre makin banyak, jadi dikurangi saja supaya semua kebagian," ujar Memet ketika ditemui di pangkalan di Jalan Supratman, depan Pasar Cihaurgeulis, Jumat (4/4/2008). Harga jual per liternya tidak berubah dari sebelumnya yakni, Rp 2250 per liter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Entin juga menambahkan bahwa dirinya belum mendapat subsidi kompor gas untuk program konversi. Namun meskipun sudah mendapatkan, dia mengaku akan tetap menggunakan minyak tanah. "Kalau pakai gas, takut meledak. Lagipula sekarang membeli gas juga harus mengantre, apa bedanya dengan minyak tanah," kata Entin.
Berdasarkan pantauan detikbandung kondisi antrian berjalan kondusif. Meskipun pihak kepolisian tidak mengawal antrean ini, warga mengantre dengan tertib.
(twi/ern)











































