Gubernur Jabar Berkampanye, Kantornya Diserbu Pendemo

Gubernur Jabar Berkampanye, Kantornya Diserbu Pendemo

- detikNews
Kamis, 03 Apr 2008 11:46 WIB
Bandung - Ketika Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan berkampanye untuk pencalonan kembali sebagai gubernur periode 2008-2013, kantornya di Gedung Sate diserbu pendemo dari dua kelompok massa.

Dua kelompok massa itu berasal dari Front Mahasiswa Nasional (FMN) dan Front Pemuda dan Mahasiswa (FPM). Aksi demo kedua kubu dimulai pukul 10.45 WIB. Pihak kepolisian menurunkan 3 armada truk polisi disertai sekitar puluhan personel kepolisian. Meski di pinggir jalan, kedua aksi tidak mengganggu lalu lintas kawasan Jalan Diponegoro.

Jumlah massa FMN sekitar 50 orang. Mereka berdemo tepat di depan gerbang Gedung Sate. Humas FMN Dewi Aprilia menyatakan tuntutan dari demo ini digelar karena ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah selama ini terutama kekerasan terhadap rakyat. Dia mencontohkan adanya pematokan lahan petani di Karang  Sari, Garut Selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintah masih belum maksimal menangani masalah agraria, masih banyak permasalahan di sektor ini. Kami juga menuntut anggaran pendidikan dinaikkan," ungkap Dewi di sela-sela demo di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (3/4/2008).

Massa FMN juga menuntut dihentikannya penggusuran terhadap PKL serta penurunan harga sembako.

Tidak jauh dari aksi demo oleh FMN, aksi demo juga dilakukan oleh kubu Front Pemuda dan Mahasiswa Jawa Barat di dekat Lapangan Gasibu, sekitar 50 meter di depan Gedung Sate. Jika FMN melakukan orasi, FPM justru melakukan aksi teatrikal. Sembilan mahasiwa dari berbagai kampus menyuguhkan aksi teater yang mengkritisi kepemimpinan dalam pemerintahan Indonesia.

Menurut Humas FPM Jabar, Iwan Setiawan tuntutan yang ingin mereka sampaikan terkait dengan Pilgub Jabar 2008. FPM menilai Pilgub Jabar dinodai dengan turut campurnya SBY-JK.

"Saya melihat di salah satu media, SBY-JK merestui salah satu calon pilgub Jabar. Kenapa malah mengurusi pilgub sementara banyak hal lain yang lebih penting?" ujar Iwan. Melanjutkan aksinya, FPM akan menuju BIP untuk menyuguhkan aksi teatrikal serupa. (twi/ern)


Berita Terkait