SD Rubuh di Bandung Mendapat Perhatian Pers Asing

SD Rubuh di Bandung Mendapat Perhatian Pers Asing

- detikNews
Rabu, 02 Apr 2008 14:05 WIB
Bandung - Jawa Barat kembali menjadi sorotan pers asing. Jika sebelumnya diramaikan oleh manusia pohon Dede, kini SD yang rubuh beberapa waktu lalu di Bandung mendapat sorotan dari jaringan TV Al Jazeera.

Tiga orang kru TV Al Jazeera mengunjungi SD Pasundan di kawasan Babakan Ciparay, Rabu siang (2/4/2008) pukul 11.30 WIB. Kru yang terdiri dari dua orang perempuan dan seorang laki-laki ini datang untuk meliput lokasi kejadian SD rubuh. Menurut salah seorang kru Step Vaessen, ini merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap pendidikan.

"Kami sangat peduli dengan pendidikan,bagi saya gedung pendidikan harus layak dan aman," tutur Step Vaessen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedatangan kru TV Al Jazeera ke Jawa Barat ternyata bukan yang pertama kalinya. Step mengemukakan bahwa 2004 lalu mereka pernah datang ke Garut dan Tangerang juga untuk liputan pendidikan.

Saat peliputan sempat terjadi kesalahpahaman. Ketiganya sempat dihalangi oleh pihak kepolisian dari Polresta Bandung Barat yang menjaga lokasi. Menurut salah seorang petugas Polresta Bandung Barat, untuk memasuki lokasi SD memang harus meminta izin dulu karena masih dalam proses penyidikan. Namun untuk pengambilan gambar saja masih diperbolehkan.

Berdasarkan pantauan detikbandung, kunjungan selama dua jam itu disambut antusias oleh murid-murid SD Pasundan 3 dan warga sekitar. Aminah (23) salah seorang warga mengaku senang menyambut pers asing. "Ya senang lah karena dapat perhatian dari mana-mana," tutur Aminah.

Kamis siang (27/3/2008), ruangan kelas yang dipakai kelas 2 SD Pasundan 3 tanpa ada angin maupun hujan, tiba-tiba atap ruangan ambruk dan melukai 22 siswa. Mereka dilarikan ke RS Rajawali. Bahkan dua siswa yang luka, yaitu Rofi dan Asti kini masih dirawat karena luka parah. Atas peristiwa ini polisi memeriksa sejumlah saksi dari pihak sekolah dan pemborong. Kelas tersebut relatif sangat baru, karena selesai dibangun Januari 2008.

(twi/ern)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads