Ketua Program Lingkar untuk Pemilu Sehat! (LU-PUSH!), Aan Priyatna, mengatakan berdasarkan hasil Lembaga Survey Indonesia menunjukkan pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya mencapai 28 persen. Sementara sebanyak 41,8 persen responden mengaku tidak mengetahui ada pilgub bahkan tidak terdaftar dalam DPT.
"Hasil itu juga diperkuat oleh pakar politik dari Universitas Padjadjaran, I Gede Panca Astawa yang memprediksi golput mencapai 80 persen. Kondisi ini sangat memprihatinkan," ujarnya saat jumpa pers di Warung Ampera, Jalan Supratman, Senin (31/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya Pilkada Jabar kali ini terancam golput yang sangat memprihatinkan sehingga perlu diadakan penyehatan kultur demokrasi. Diharapkan keberadaan LU-PUSH! dapat menjadi sarana untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengawasan pemilu.
"Kami melihat bahwa pilgub Jabar kali ini kurang gizi. Untuk itu kami berusaha membantu memberikan 'gizi'," tutur Aan.
Keterlibatan masyarakat, ungkap Aan, dibutuhkan karena melihat kinerja KPUD, Panwaslu dan pemerintah provinsi yang dinilai tidak berkutik. Sarana LU-PUSH! ini dinilai efektif karena menggunakan multimedia yang saat ini berkembang pesat di masyarakat, yakni dengan sarana website.
"Masyarakat bisa mengakses website kami www.lupush.org dan melaporkan jika ada pelanggaran selama kampanye," ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua Jaringan LSM, Jajang Sukmahari menyatakan golput dalam demokrasi memang keberadaan yang wajar. "Namun itu jika golput yang berdasarkan pilihan, bukan yang karena kesalahan administrasi," jelasnya.
(twi/ern)










































