Salah seorang pengunjung warnet di Jalan PH Mustofa Bandung, Triadi (25) menuturkan dirinya penasaran dengan film tersebut. "Saya mau tahu apa bener film itu menghina muslim, makanya saya buka situsnya untuk melihat sendiri," jelas Triadi.
Hal senada diungkapkan Heri Kurniawan (23), yang mendownload film tersebut dari situs www.rapidshare.com. Dirinya membaca di media bahwa server situs pusat penyedia film tersebut diserang hacker.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya film tersebut biasa saja. Penilaian terhadap film tersebut tergantung dari sudut pandang. "Itu cuma salah satu produk dari yang namanya kebebasan dalam berkarya. Di Belanda tidak ada aturan yang melarang," katanya.
Dia juga menambahkan bahwa dirinya tidak menolak ataupun mendukung film tersebut. "Lagipula masih ada karya-karya lain yang lebih buruk dari Fitna," tuturnya. (twi/twi)











































