Salah seorang murid, Imam Malik (8) mengaku dirinya tidak mengetahui apa-apa ketika atap kelasnya ambruk. Dia langsung bersembunyi di bawah bangku kelasnya. Ketika ditanya bagaimana reaksi teman-teman sekelasnya saat atap ambruk, Imam mengatakan, mereka semua menjerit.
"Temen-temen ngajerit (menjerit)," ujar Imam saat ditemui detikbandung di rumahnya di Gg. Attauhid Jl Babakan Ciparay RT02 RW04, Kamis (27/3/2008). Imam mendapat luka jahitan di bagian kepala tengah dan belakang akibat peristiwa tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teman sekelas Imam, Gina Lestari yang rumahnya berseberangan dengan Imam menuturkan dirinya pun tidak menyangka atap kelasnya ambruk. Menurut Gina, ketika belajar bahasa Indonesia dia tidak menyangka atap kelasnya ambruk. Gina pun langsung bersembunyi di bawah meja kelas.
Akibat dari peristiwa tersebut bagian kepala Gina berlubang dua hingga harus mendapat empat jahitan. Gina mengaku tidak tahu benda apa yang mengenai kepalanya hingga terluka.
Sementara ayah Imam, Yuyu Supriatna (42) berpendapat, ambruknya atap kelas tersebut karena kecerobohan pihak pengembang sehingga mengakibatkan siswa-siswa cedera. (ema/ern)











































