Putra kedua dari Dahlan (34) ini mengaku dirinya memang terkena reruntuhan di bagian kepala dan tangan.
"Waktu itu kami lagi belajar Bahasa Indonesia dan saya duduk di barisan depan. Lalu ada suara angin, dan tiba-tiba kelas langsung ambruk," tutur Egi ketika ditemui di RS Rajawali, Jalan Rajawali, Kamis (27/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak lama setelah tiba di rumah, dia mengeluhkan pusing-pusing. Makanya kami langsung bawa ke rumah sakit," ungkap Dahlan.
Setelah diperiksa, dokter jaga RS Rajawali Dodo Wangsaatmadja mengemukakan bahwa Egi sudah boleh pulang. "Egi hanya luka ringan, memar dan lecet. Tampaknya tidak ada indikasi gegar otak," jelas Dodo.
Sebelumnya ke 19 teman Egi lainnya yang juga menderita luka ringan sudah diperbolehkan pulang. Hanya dua siswa yang kini masih dirawat, yaitu Rofi yang mengalami patah tulang dan Asti yang mengalami luka di kepala cukup parah.
(twi/ern)











































