Menurut Wakasek Humas SMA 10, Iman Budiman, saat ditemui detikbandung di SMA 10, Jalan Cikutra, Rabu (26/3/2008), mengungkapkan akibat mogoknya para sopir Angkot di Bandung tadi pagi, banyak siswa yang terlambat serta tidak masuk.
"Bayangkan biasanya dalam satu hari yang tidak masuk berkisar 8 hingga 10 orang, hari ini gara-gara Angkot mogok ada sekitar 83 siswa yang absen," ujarnya. SMA 10 memberlakukan kegiatan belajar mengajar sejak pukul 07.00 WIB hingga 13.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memaklumi para siswa yang tidak masuk itu. Mau bagaimana lagi? Siswa kami berasal dari berbagai daerah, seperti Cijerah, Cimahi, Baleendah, hingga Rancaekek," tutur Iman.
Sementara itu di SMA 14, tidak ada siswa yang absen gara-gara Angkot mogok. Menurut Wakasek Humas SMA 14 Heryani, hal itu disebabkan sehari sebelumnya para guru sudah mengumumkan adanya aksi mogok para sopir Angkot ini.
"Kebetulan yang masuk hanya kelas 2 dan kekas 3. Mereka datang ke sekolah lebih pagi dibandingkan hari biasanya, jadi semua masuk tidak ada yang tidak masuk gara-gara Angkot mogok," tutur Heryani.
Mogoknya Angkot ternyata tidak hanya mengganggu kegiatan belajar mengajar, ongkos ojeg pun menjadi mahal. Menurut Iman, biasanya ojeg dari Antapani ke Cikutra hanya Rp 5 ribu, kini menjadi Rp 12 ribu. "Dari Cicaheum ke Cikutra tadi jadi Rp 6 ribu, padahal biasanya tidak semahal itu," pungkasnya.
(ern/ern)










































