Peneliti Lembaga Survey Indonesia (LSI), Iman Suhirman, mengungkapkan berdasarkan hasil survey di beberapa daerah di Indonesia, tingkat toleransi politik uang di Jabar tertinggi.
"Untuk daerah yang lain sikap permisif terhadap politik uang masih di bawah 50 persen, sekitar 24 persen hingga 30 persen. Nah Jabar menarik karena di atas 50 persen yaitu mencapai 51,8 persen," ujar Iman saat mengumumkan hasil survey yang dilakukan Lembaga Survey Indonesia (LSI) memgenai perilaku politik masyarakat Jabar di Hotel Mitra, Jalan Supratman, Selasa (25/3/2008)..
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini berbeda dengan sunda. Di sunda dikenal penguasa tanah sehingga ini mempengaruhi sikap politik mereka. Dengan adanya sistem tuan tanah, birokrasinya lebih panjang. Sehingga politik uang sangat kental," tutur Budi.
Lebih lanjut Budi menambahkan sejauh pengetahuannya, pemimpin sunda tidak bisa mengangkat orang sunda sendiri. "Ketika orang jawa ditanya tentang Pangeran Diponegoro, mereka akan menjawab secara detail. Namun orang sunda ditanya tentang Juanda, mereka tahunya hanya taman hutan raya. Tidak tahu bagaimana perjuangan Juanda agar Indonesia merdeka," pungkasnya.
(ern/ern)
