Hal ini mengemuka dalam diskusi Sawala yang digelar di Kantor KOMPAS, Jalan R E Martadinata, Senin (24/3/2008). Diskusi ini menghadirkan 4 rektor dari kampus-kampus terkemuka di Bandung. Diantaranya Rektor ITB, Djoko Santoso, Rektor UNPAD, Ganjar Kurnia, Rektor UIN Sunan Gunung Djati, Nanat Fatah Natsir, serta Rektor IPDN, Johanis Kaloh. Sementara dari UPI diwakilkan oleh Chaedar Alwasilah, karena rektor UPI sedang berada di Jepang.
Masing-masing perwakilan menyampaikan berbagai tugas yang harus dituntaskan oleh gubernur dan wakil gubernur terpilih nanti. Djoko Santoso menyampaikan permasalahan ketahanan pangan, energi serta pemenuhan lapangan kerja sebagai masalah prioritas yang harus disoroti.
Ganjar Kurnia, menambahkan pernyataan Djoko Santoso bahwa masalah kependudukan merupakan topik yang cukup urgensi saat ini. Hal ini ditimpali oleh Nanat Fatah Natsir yang menyoroti masalah pengangguran di Jawa Barat. Menurutnya tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat yang mencapai 14 persen menjadi tugas besar bagi siapapun yang menang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Chaedar Alwasilah, dengan singkat mengemukakan pendapatnya tentang urgensi perbaikan kondisi pendidikan Jabar saat ini. Jika UPI membicarakan masalah pendidikan, IPDN tidak lepas dari masalah pemerintahan. Johanis Kaloh menuturkan eskpektasinya agar ada perubahan dalam masalah birokrasi pemerintahan.
Diskusi ini merupakan yang terakhir dari rangkaian diskusi Sawala sejak 2 bulan lalu. Peserta pilgub yang hadir hanya dua calon gubernur, Ahmad Heryawan dan Agum Gumelar. Danny Setiawan hanya mengirimkan perwakilannya. Diskusi berlangsung alot dan kedua calon menyambut baik masukan-masukan dari para akademisi.
(twi/ern)











































