"Kami bukanlah operator, yang menetapkan adalah pemerintah kota. Tugas kami memberi usulan tentang teknologi yang cocok," tutur Menristek Kusmayanto Kadiman seusai acara puncak peringatan Bandung Lautan Api, di Lapangan Tegallega, Senin (24/3/2008).
Menurut Kusmayanto rekomendasi dan membantu pemilihan teknologi PLTSa ini penting karena dengan begitu teknologinya bisa didatangkan, dioperasikan dan dipelihara. "Sehingga keberlangsungan PLTSa bisa langgeng," ujar Menristek. Namun Kusmayanto sendiri tidak mengungkapkan teknologi apa yang akan direkomendasikan ke Pemkot Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menristek mengungkapkan sebuah peribahasa Sunda 'Herang Caina beunang laukna" di mana teknologi yang digunakan nanti harus bisa dimanfaatkan secara maksimal dengan tingkat resiko yang minimal.
Dia mencontohkan dalam memperlakukan sampah plastik. Jika kemungkinan zat beracun keluar dari plastik yang dibakar maka jangan dilakukan pembakaran terhadap sampah plastik.
Menristek mengimbau agar masyarakat untuk melakukan prinsip 'kurangi sampah, pake deui' yang berarti mengurangi jumlah pemakaian sampah plastik, lalu pergunakan kembali jika sudah dipakai.
"Misalnya dengan mencuci plastik yang sudah digunakan atau menggunakan botol plastik sebagai tempat gantungan baju," jelas Menristek. Prinsip tersebut jika dalam bahasa Inggrisnya bisa dinyatakan dalam 3R yaitu reuse, reduce dan recycle. (ema/ern)










































