Sekelias bayangan peristiwa Bandung Lautan Api 62 tahun silam muncul di benak Djua saat silaturahmi para veteran di Hotel Savoy Homann, Minggu (23/3/2008).
Kepada detikbandung, Djua yang saat ini berusia sekitar 80-an tahun menuturkan bagaimana pengalamannya saat Bandung dibumihanguskan demi mencegah masuknya penjajah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat peristiwa Bandung Lautan Api, Djua menceritakan dirinya berada di jalan Laswi. Bersama laskar Banteng Hutan, mereka membumihanguskan Bandung.
"Setelah Bandung Lautan Api, ketika para pejuang lain hijrah ke daerah-daerah lain, saya mencari orang tua saya lebih dahulu baru kemudian mengungsi ke Ciamis," tambahnya dengan bangga di balik seragam veterannya yang berwarna hijau.
Namun seperti kondisi veteran kebanyakan, kehidupan ekonomi Djua sangat sulit. Bersama putrinya yang juga janda dan empat cucu serta lima buyut, Djua hidup berpindah-pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain.
Saat ini ia menempati rumah di Riung Bandung, Jalan Damai II No.3 bersama anak dan cucunya. Per bulan Djua mendapat uang pensiun Rp 500 ribu. Sementara ia pun bertutur sedang meminjam uang kepada dua orang yang harus dibayar sebesar Rp 80 ribu per bulan.
"Kalau dikatakan tidak punya uang tidak juga karena ada uang pensiun. Tetapi kalau dibilang punya uang, kenyataannya hanya cukup untuk makan. Menurut Djua, di Legiun Veteran sampai saat ini ada dua yang belum memiliki rumah yakni dirinya dan Julaiha.
(lom/lom)











































