Humas PT KA DAOP II, Mateta Rizalulhaq, mengatakan, modus pertama yaitu mereka sudah datang lebih awal ke stasiun, lalu saat kereta berjalan lambat langsung naik di pinggir pintu masuk. Modus kedua, si penumpang tak bertiket mengelabui petugas sambil berkata, "tiket ada di belakang." Itupun menunjukkan ke seseorang yang entah siapa dan di gerbong mana.
"Sebelum kereta meluncur meninggalkan stasiun, kalau ada razia mereka kabur sebentar. Penumpang ini lalu menunggu. Saat ada jeda dan kereta mau maju lagi, mereka segera naik kembali," ujar Mateta, Rabu (19/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, bila penumpang ini berhasil ditemukan saat kereta sudah melintas jauh, maka nanti diturunkan di Stasiun Cipeundeuy Kab.Tasikmalaya. Atau membayar dua kali lipat dari harga tiket. "Misalnya penumpang naik kereta jurusan Bandung ke Surabaya, namun lolos razia di Stasiun Bandung. Akan tetapi saat di perjalanan ketahuan petugas, maka penumpang tersebut akan diturunkan di stasiun Cipeundeuy," katanya.
Mateta yakin, sepintar-pintarnya para penumpang 'nakal' bertingkah, pasti bakal terendus gerak-geriknya. "Mereka tidak akan lolos, karena kita akan melakukan pemeriksaan ketat saat kereta mau dan sudah melintas. Kalau mereka mau kabur, kabur ke mana? Mau loncat?," pungkasnya.
(bbp/lom)










































